A framework for Improving the health of adolescent girls
written by muslim-women-sexuality
at Sunday, February 16, 2014
14.2% remaja di dunia menikah di usia dibawah 18 tahun. Setiap 10 detik remaja mencari cara untuk aborsi. 10.1% remaja terinfeksi dengan HIV/AIDS. 21% dari total populasi remaja mengalami ganguan mental dan 150 juta remaja merokok. Data-data diatas dipaparkan oleh Dr. Babatunde Osotimehin, executive director UNFPA dalam side event yang diselenggarakan oleh Perwakilan permanent Indonesia di UN pada tanggal 4 February 2014. Angka-angka yang dilaporkan oleh UNFPA seharusnya bisa mendorongkan urgensi kita bicara tentang kesehatan reproduksi dan seksual remaja dalam framework pembangunan pasca MDGs. Ibu Nila Moeloek dari UKP4 memberikan penekanan yang sama pada pembukaan forum dengan menegaskan posisi Indonesia pada kesehatan reproduksi dan seksual yang menekankan pada food security, good nutrition dan family planning dianggap bisa menghantarkan pada perbaikan situasi kesehatan reproduksi dan seksual perempuan dan anak-anak perempuan.
Deputi Permanent Reprsentative of Brasil di PBB, bapak Gullherme de Agular Patriota berbagi tentang praktek terbaik dari negaranya terkait dengan bagaimana kebijakan Brasil menangani kespro dan seksual dengan membuka departemen khusus untuk mengelolah kebijakan terkait dengan perempuan dan kasus diskriminasi dan kekerasan terhadap perempuan. Brasil memberikan perhatian khusus pada isu Kesehatan reproduksi dan kesehatan terkait dengan orang hidup dengan HIV/AIDS dan memiliki cross cutting isu dengan kebijakan pemberantasan kemiskinan. Praktek terbaik lain terkait dengan meningkatkan kualitas hidup anak-anak perempuan adalah menerapkan sistem simbiosis mutualisme antara kebijakan panjangnya waktu sekolah anak-anak dengan ketersediaan makan siang yang disupply dari pengusaha kecil disekitar sekolah tersebut. Berharap dengan sistem ini maka pemenuhan gizi anak-anak perempuan tercapai dengan memberdayakan pengusaha kecil di tingkat lokal.
[get this widget] Read More...
