Sexuality of Muslim Women

This blog is dedicated for muslim women, who want to explore their knowledge and experiences on sexuality in the perspective of religions and social sciences

Perkawinan Sejenis, Mengapa Mengganggu Anda?  

26 Juni 2015, Kongres di Amerika mengumumkan bahwa perkawinan sejenis dilegalkan di 50 negara bagian di Amerika Serikat. Saya tidak ingin masuk dalam perdebatan pro dan kontra menanggapi perkawinan sejenis ini. Kalau ditanya apakah saya bahagia? Tentu saja IYA. Saya membayangkan sebuah penyelamatan manusia dari kanibalisme abad modern karena kebencian yang sangat dalam pada seseorang karena pilihan orientasi seksual dia. 

Di Uganda, UU Anti homosexualitas yang ditanda tangani oleh parlemen antara Agustus 2013 sampai Februari 2014, seperti yang disampaikan oleh Amnesti Internasional, telah melegalkan kekerasan terhadap kaum gay dan lesbian. UU yang diharapkan dapat memperkuat hubungan keluarga menjelma menjadi bencana yang memporakporandakan ikatan keluarga. Ini karena pemerintah menginginkan setiap anggota keluarga untuk memata-matai orang terdekatnya yang terindikasi homoseksualitas. Dan mereka diwajibkan melaporkan ke polisi. Dalam reviewnya Sylvia Tamale dalam Public Dialogue 18 November 2009, Makerere University, mengatakan bahwa:

...the re-criminalisation of homosexuality is meant to distract the attention of Ugandans from the real issues that harm us. It conveniently diverts the attention of the millions of Ugandans who have been walking the streets for years with their college certificates and no jobs on offer. Ladies and gentlemen, homosexuals have nothing to do with the hundreds of thousands of families that sleep without a meal or the millions of children who die unnecessarily every day from preventable or treatable diseases such as malaria, diarrhea, measles, pneumonia, etc. Homosexuals are not the ones responsible for the lack of drugs and supplies at primary health care centres. READ MORE


Uganda bukanlah satu-satunya negara yang memperlakukan homoseksualitas dengan cara-cara keji dan tidak beradab. Saat ini selain negara-negara Islam, perang terhadap homoseksualitas juga terjadi di Nigeria, Malaysia, Taiwan, Jepan, Serbia dan masih banyak lagi. Jika di Uganda, homoseksualitas menjadi kambing hitam dari permasalahan negara yang tidak sanggup dipecahkan. Maka, saya berharap masyarakat Indonesia bisa melihat hal ini lebih hati-hati. 

Tulisan ini saya angkat kembali karena banyak sekali sinisme yang berkembang di media sosial terhadap disyahkannya perkawinan sejenis di Amerika. Bahkan tidak sedikit para pejuang HAM sendiri memiliki perspektif yang cenderung menganggap capaian Amerika sebagai bahaya laten yang akan pula mendatangkan malapetaka di bumi Indonesia. Ini sungguh tidak benar. Mari kita lihat kembali mengapa keputusan pelegalan perkawinan sejenis begitu mengganggu banyak orang?

Pertama, karena pilihan orientasi heteroseksual adalah umum di masyarakat. Sehingga kebalikan dari yang umum dianggap tidak umum atau bisa dibilang penyimpangan. Saya tidak ingin mengajak anda berdebat salah atau benar. Tetapi saya ingin membuka empati anda dengan berpikir bahwa di sekitar kita,  ada sejumlah orang yang memiliki hormon, genetik dan sosialisasi berbeda yang menyebabkan pilihan orientasi seksual bukan heteroseksual. Atau biasa disebut homoseksualitas, yaitu seseorang memiliki ketertarikan seksual dengan sejenis. Mereka tentu tidak mungkin ada begitu saja. Pengaruh genetik, hormon sangat kuat membentuk prilaku ini. Apakah mereka salah? Kita tidak punya hak untuk menyalahkan mereka, selama mereka tidak melakukan tindakan kriminal, kekerasan, diskriminatif dan sebagainya. Yang bisa kita lakukan adalah menerima mereka apa adanya. Mereka adalah manusia yang memiliki kewajiban sama seperti kita. Jika ini sudah bisa kita lakukan, maka inshallah kita akan lebih mudah untuk menerima mereka dan tidak melakukan diskriminasi apalagi kekerasan. 

Kedua, homoseksualitas selalu berasosiasi dengan hubungan seksual. Mereka dianggap suka ganti-ganti pasangan dan berhubungan seksual lewat dubur. Padahal pelaku ganti-ganti pasangan dan hubungan seksual lewat dubur, juga heteroseksual. Tapi mengapa pandangan negatif ada pada homoseksual? Bukankah ini tidak fair. Jika memang setiap orang harus dihakimi karena prilaku seksual mereka, tentu tidak boleh dilihat apakah seseorang tersebut heteroseksual atau homoseksual.  Homoseksual bukan prilaku seksual. Ini adalah kecenderunan seseorang memilih pasangan sesama jenis untuk mengekspresikan hasrat seksualnya. Jadi berbeda dengan prilaku seksual. 

Karena kecenderungan menggunakan perspektif heteronormativitas sangat tinggi. Seorang kawan saya berpendapat apakah pedofilia kita harus biarkan juga? Tentu saja kasus pedofilia sangat merugikan. Anak-anak dibawah 18 tahun secara psikologis dan kematangan emosional belum layak untuk melayani seksual. Baik itu dilakukan melalui jalur pernikahan maupun tidak. Tidak dibenarkan dalam kacamata apapun kasus pedofilia. Komunitas Internasional juga mengecam. 

Ketiga, homoseksualitas membuat regenerasi manusi mandeg. Ini tidak bisa dibuktikan. Karena meskipun ada banyak negara melegalkan perkawinan sejenis, tetapi pertumbuhan penduduk dunia tetap tinggi. 

Keempat, homoseksualitas membawa penyakit HIV/AIDS. Saat ini penyebaran HIV/AIDS sangat pesat justru di pasangan heteroseksual. Penyebaran melalui jarum suntik yang tidak steril diantara pemakai narkoba suntik sangat tinggi. Masyarakat harus tahu bahwa penyebaran HIV tidak ada hubungannya dengana orientasi seksual seseorang. Penyebaran virus HIV melalui transfusi darah, hubungan langsung luka, ganti-ganti jarum yang tidak steril, hubungan seksual tanpa alat pengaman. Kalau melihat cara penularannya, tentu saja semua diantara kita sangat rentan jika tidak hati-hati. 

Kelima, cerita kaum Nabi Luth, yang menyukai sejenis dan dilaknat oleh Tuhan. Kita harus membaca teks tersebut dengan seksama, bahwa kejadian murka Tuhan ada hubungannya dengan prilaku seks yang memaksa. Ada unsur kekerasan disana. Jika memang kelompok ini salah, biarkan Tuhan yang menghukum mereka, dan kita sebagai manusia tidak patut menghukum mereka. Saya sangat yakin keadilan Tuhan jauh lebih bisa diterima. 

Keenam, perkawinan hanya terjadi pada laki-laki dan perempuan. Jika dalam agama sangat menempatkan hubungan seks harus dalam konteks perkawinan, seharusnya itu bisa jadi kerangka suci yang bisa diterapkan pada orientasi seksual heteroseksual dan homoseksual. Jika, hubungan seks bebas dianggap membahayakan, maka mengapa kita tidak mendukung hubungan seks dalam pernikahan. Termasuk untuk pasangan homoseksual. Bukankah ikatan perkawinan legal akan membendung seseorang untuk melakukan seks bebas. Jika perkawinan begitu mulia, maka mengapa pelegalan perkawinan sejenis justru dihalang-halangi, padahal mereka bermaksud membendung seks bebas. 

Ketujuh, homoseksual adalah masalah laten. Anda salah. Coba lihat disekitar kita, banyak anak-anak muda tidak memiliki pekerjaan, jutaan perempuan setiap tahunnya mendapatkan kekerasan terhadap perempuan, anak-anak kita dijadikan mangsa predator seks, ribuan hektar sawah kekeringan, gunung meletus, dan berbagai macam masalah yang bisa kita list panjang. Adakah masalah-masalah yang saya sebutkan diatas berhubungan dengan orientasi seks? baik itu homoseksual maupun heteroseksualitas. TIDAK ADA. Kita harus bisa melihat dengan jernih mana masalah dan mana yang hal-hal yang dijadikan kambing hitam karena kegagalan kita mengatasi masalah.

Tentu anda bisa menambahkan deretan argumentasi untuk menentang perkawinan sejenis. Namun bagi saya, yang terpenting adalah kita harus mengingat bahwa kaum LGBT adalah manusia seperti kita. Mereka juga ingin dihormati hak-haknya sebagai manusia. Jika kita tidak mau didiskriminasi, mereka juga tidak mau. Jika kita dihargai keberadaan kita sebagai manusia, demikian juga keinginan mereka. Jika kita memiliki hak untuk membina keluarga, mereka juga ingin merasakan itu. Jadi, STOP MENGHAKIMI MEREKA. ***




[get this widget]

AddThis Social Bookmark Button

8 comments

  • Wisesa Wirayuda  
    July 5, 2015 at 7:50 PM

    Terima kasih banyak untuk artikelnya. mudah2an banyak yang baca (y) :D

  • Anonymous  
    July 6, 2015 at 9:47 AM

    menurut saya harus ada riset bandingan, terkait ini penyakit/bukan, hari ini siapa yang tak punya kepentingan? kemudian karna basis hidup adalah agama, maka para rohaniawan juga harus berfikir untuk masalah umat ini. Tentunya tidak dengan ego, namun sama2 saling mencari kebenaran, kebaikan. Kalau masyarakat diskriminatif, jangan salahkan mereka, mereka mungkin juga hanya korban, atau wajarlah anggapan lama memang demikian, maka untuk membentuk opini baru, lakukan itu tadi. LGBTI adalah fakta, tapi realitasnya masih harus kita tinjau ulang dari berbagai aspek kehidupan, salam damai!

  • Anonymous  
    July 6, 2015 at 10:14 AM

    Terima kasih sudah memberikan argumen anda dengan sangat baik, saya bukan homo ataupun lesbi.
    Namun saya mencoba memberikan pengertian seperti yg anda paparkan namun selalu ditepis dengan aturan yg ada dalam al-quran (saya beda agama, maaf)
    Berulangkali saya coba jelaskan, namun malah saya yg jd target bully sama follower temen saya itu. Semoga umat muslim lain dapat berpandangan terbuka seperti anda :)

  • Anonymous  
    July 6, 2015 at 5:24 PM

    Salah satu tujuan TUHAN menciptakan seks adalah agar manusia berkembang biak. Homo atau Lesbian tidak sesuai dengan Fitrah manusia. Hanya orang berfikiran LIBERAL yang membebaskan semua hal menabrak semua ketentuan Tuhan.

  • kenDo  
    July 6, 2015 at 6:10 PM
    This comment has been removed by the author.
  • kenDo  
    July 6, 2015 at 6:15 PM

    Tentang Cerita kelima.

    Sy bkn orang yg punya cukup ilmu agama, sy pun blm punya cukup energy memperhatikan rekan2 yg pro kpd LGBTI. Namun hikmah cerita masalalu itu bkn karangan manusia2 atau nabi paling cerdas yg pernah ada, itu ditulis dlm kitab suci yg paling terjaga dari kebusukan kepentingan dunia, si penulis itu Maha Pencipta, Maha Pengasih, namun juga Maha Pemberi Azab.

    Azab ini analoginya seperti RahmatNya, diberikan geratis kpd siapa saja, tdk harus kpd yg percaya atau taat kepadaNya. Dia mencurahkan hujan kpd gereja, kepada masjid, kepada wihara, kpd anjing, kpd kucing, kpd babi, kpd kambing. Tidak pernah Dia memilih-milih untuk curahan rahmatNya.

    Begitulah AzabNya. Dia yg Maha memberi azab juga menjatuhkan kpd apa & siapapun yg ada. Gempa Jogja misalnya, bencana alam. Apakah hanya pelaku prostitusi di parangkusumo saja yg kena dampaknya? Ataukah hanya para penyembah kanjeng ratu pantai selatan saja yg terimbas murkanya?. Teman2 saya yg ada dikawasan bantul klaten jogja sekitarnya, mereka orang2 baik atau sholeh merasakan ditinggal orang yg dikasihinya dgn menyedihkan, smg mereka selalu ditabahkan.

    Itulah knp ada lebih banyak agamawan menolak ide LGBTI. Yg akan terkena imbas dari pembiaran atas pelanggaran fitrah yg akan diterima oleh semuanya, tdk hanya Anda saja.

    Sy yakin, manusia itu sudah dipilih siapa saja yg dibukakan mata & telinga, atau siapa saja yg sudah dibutakan, ditulikan. Sebagai teman, sy minta maaf, saya memilih mengajak untuk kembali ke fitrah rekan2. Janji, seruan dan cahayaNya itu kebenaran yg nyata. Cukuplah pencarian rekan2 tentang kebenaran, semoga Allah SWT senantiasa membimbing dan menjaga kita sekeluarga supaya dijauhkan dijauhkan dijauhkan dari siksa azabNya, aamiin..

  • gigih sergius agasta  
    July 9, 2015 at 12:51 AM

    Memang benar manusia tidak bisa menjadi Tuhan untuk manusia lainnya, terlebih untuk kamu Lesbian Gay bisexual dan transgender, memang benar juga Tuhan yang lebih pantas untuk memberi hukuman untuk kaum haram tersebut, tapi sebagai manusia terlebih manusia yang beragama, agama apa pun yg di sahkan negara terutama Islam, kaum atau perbuatan tercela tersebut sangat dosa hukumnya dan sangat dilarang, bukan soal genetic atau hormon, tetapi soal manusia nya itu sendiri yang tidak mengenal betul tentang agamanya, bahkan anak kecil pun tau bahwa menyukai sesama jenis adalah perbuatan tercela dan menyimpang. Ini soal kebiasan, lingkungan dan pendidikan dr pelaku menyimpang tersebut. Soal toleransi, saya fikir kitab suci terutama Al-Quran mau pun agama terutama agama Islam melarang keras serta melaknatkan orang yg berperilaku lesbian gay bisexual dan transgender. Ini adalah soal kemauan atau niat untuk berubah normal atau tidak. Orang2 yg berperilaku kemudian harus lebih dekat dgn Tuhan dan harus lebih dalam belajar agama. Padahal ini hal basic dalam agama yg anak kecil saja mengetahui nya.

  • Simon Fehr  
    January 28, 2016 at 4:47 AM

    Do not ignore your sexual health! You can find here some small tips about sex and sexual health..
    http://prematureejaculation5x5extreme.blogspot.com

Post a Comment